Previous
Previous Product Image

Krakatau

Harga aslinya adalah: Rp 400.000.Harga saat ini adalah: Rp 320.000.
Next

Cobra

Harga aslinya adalah: Rp 125.000.Harga saat ini adalah: Rp 100.000.
Next Product Image

Tuan Tanah Kedawung

Harga aslinya adalah: Rp 350.000.Harga saat ini adalah: Rp 280.000.

Tuan Tanah Kedawung

Harga aslinya adalah: Rp 350.000.Harga saat ini adalah: Rp 280.000.

Tuan Tanah Kedawung adalah lanjutan kisah Pendekar Samolo karya Ganes TH. Setelah peristiwa tragis dalam Krakatau, Samolo mengabdi sebagai centeng setia keluarga Tuan Tanah Kedawung. Namun kesetiaan itu justru menyeretnya ke dalam fitnah, perebutan warisan, pengkhianatan, dan tragedi keluarga yang kelam.

Dicetak ulang seperti format cetakan pertama, terdiri dari 7 buku dengan 7 variant cover, total 448 halaman tamat.

Banyak dilihat minggu ini
Dilihat 92 kali
Sedang dilihat 8 orang sekarang
2 in stock
SKU: AB-KMK-TJG-GTH-SCB-BW-2022-0001 Kategori: Tag: , ,
Link disalin

Informasi Tambahan

Format

Kemasan

, ,

Kondisi

Baru

Usia Pembaca

Genre Silat
Serial Samolo
Urutan Serial 2
Status Cerita Kemunculan Perdana
Karakter Samolo
Komikus Ganes TH
Cetakan Cetak Ulang, Mirip C1 Klasik
Penerbit Tjergam
Tahun Terbit 2022
Jilid 7
Total Halaman 448
Prequel Krakatau
Catatan Kronologi Cerita drama rumah tangga namun penuh aksi laga, darah dan airmata.
Kertas dalam

HVS

Ukuran

C1 – 13.5 x 18 cm

Berat 650 gram
Dimensi 30 × 20 × 4 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Deskripsi

Tuan Tanah Kedawung adalah komik silat klasik karya Ganes TH. dan merupakan kelanjutan dari kisah Pendekar Samolo setelah peristiwa besar dalam Krakatau.

Sepulang dari perantauan di Borneo atau Kalimantan, Giran dikejutkan oleh keadaan keluarganya. Ibu dan adik tirinya, Mirta, telah terusir dari rumah. Ibunya mengalami kebutaan dan kerusakan wajah, sementara Mirta terganggu jiwanya. Dari cerita sang ibu, Giran percaya bahwa semua penderitaan itu disebabkan oleh Samolo, centeng yang selama ini dianggap setia, serta Ratna, istrinya sendiri.

Dengan amarah yang membara, Giran kembali ke rumah peninggalan ayahnya. Di sana ia melihat Ratna sedang menimang seorang anak laki-laki. Tanpa mau mendengar penjelasan bahwa anak itu adalah putranya sendiri, Giran menuduh Ratna telah berselingkuh dengan Samolo. Kesalahpahaman itu menjadi awal dari rangkaian tragedi, fitnah, dan pengungkapan rahasia lama keluarga Tuan Tanah Kedawung.

Melalui cerita Nyi Londe, Giran akhirnya mengetahui rahasia besar yang selama ini disembunyikan. Ibu tirinya, Zubaedah, ternyata memiliki hubungan terlarang dengan Samirun, kasir kepercayaan ayah Giran. Dari hubungan itu lahirlah Mirta. Demi menguasai harta dan warisan keluarga, Zubaedah dan Samirun menyusun berbagai siasat keji, mulai dari meracuni sang Tuan Tanah, mengirim Giran ke Borneo, hingga berusaha menghabisi Ratna dan anaknya.

Di tengah kekacauan itu, Samolo tetap berusaha melindungi Ratna dan Girin, putra Giran. Namun perjuangannya tidak mudah. Ia difitnah, dipenjara, terluka oleh lembing beracun, bahkan kehilangan penglihatannya setelah diserang oleh pembunuh bayaran bernama Ki Liung. Meski buta, Samolo tetap berlatih dan bangkit kembali demi menuntaskan tugasnya sebagai pelindung keluarga yang pernah menyelamatkan hidupnya.

Puncak cerita mempertemukan Giran dengan kenyataan pahit tentang kesalahannya sendiri. Setelah mendengar seluruh kebenaran dari Nyi Londe, Giran menyadari bahwa Samolo dan Ratna bukanlah pengkhianat, melainkan korban dari fitnah dan ambisi orang-orang serakah di sekelilingnya.

Tuan Tanah Kedawung menghadirkan kisah silat klasik yang penuh dendam, pengkhianatan, kesetiaan, perebutan warisan, fitnah keluarga, dan penebusan kesalahan. Sebuah lanjutan penting dalam perjalanan hidup Samolo setelah tragedi Krakatau.

Catatan Film

Pada tahun 1972, komik Tuan Tanah Kedawung diangkat ke layar lebar oleh PT Tidar Jaya Film, milik pasangan artis Dicky Suprapto dan Suzanna.

Dalam film tersebut, Dicky Suprapto berperan sebagai Giran, Suzanna sebagai Ratna, Maruli Sitompul sebagai Samolo, Farouk Afero sebagai Mirta, Tina Melinda sebagai Zubaedah, dan Ami Priyono sebagai Samirun. Film ini disutradarai oleh Liliek Sudjio.

Keranjang Belanja

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Lanjutkan Berbelanja