Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.
Deskripsi
Tuan Tanah Kedawung adalah komik silat klasik karya Ganes TH. dan merupakan kelanjutan dari kisah Pendekar Samolo setelah peristiwa besar dalam Krakatau.
Sepulang dari perantauan di Borneo atau Kalimantan, Giran dikejutkan oleh keadaan keluarganya. Ibu dan adik tirinya, Mirta, telah terusir dari rumah. Ibunya mengalami kebutaan dan kerusakan wajah, sementara Mirta terganggu jiwanya. Dari cerita sang ibu, Giran percaya bahwa semua penderitaan itu disebabkan oleh Samolo, centeng yang selama ini dianggap setia, serta Ratna, istrinya sendiri.
Dengan amarah yang membara, Giran kembali ke rumah peninggalan ayahnya. Di sana ia melihat Ratna sedang menimang seorang anak laki-laki. Tanpa mau mendengar penjelasan bahwa anak itu adalah putranya sendiri, Giran menuduh Ratna telah berselingkuh dengan Samolo. Kesalahpahaman itu menjadi awal dari rangkaian tragedi, fitnah, dan pengungkapan rahasia lama keluarga Tuan Tanah Kedawung.
Melalui cerita Nyi Londe, Giran akhirnya mengetahui rahasia besar yang selama ini disembunyikan. Ibu tirinya, Zubaedah, ternyata memiliki hubungan terlarang dengan Samirun, kasir kepercayaan ayah Giran. Dari hubungan itu lahirlah Mirta. Demi menguasai harta dan warisan keluarga, Zubaedah dan Samirun menyusun berbagai siasat keji, mulai dari meracuni sang Tuan Tanah, mengirim Giran ke Borneo, hingga berusaha menghabisi Ratna dan anaknya.
Di tengah kekacauan itu, Samolo tetap berusaha melindungi Ratna dan Girin, putra Giran. Namun perjuangannya tidak mudah. Ia difitnah, dipenjara, terluka oleh lembing beracun, bahkan kehilangan penglihatannya setelah diserang oleh pembunuh bayaran bernama Ki Liung. Meski buta, Samolo tetap berlatih dan bangkit kembali demi menuntaskan tugasnya sebagai pelindung keluarga yang pernah menyelamatkan hidupnya.
Puncak cerita mempertemukan Giran dengan kenyataan pahit tentang kesalahannya sendiri. Setelah mendengar seluruh kebenaran dari Nyi Londe, Giran menyadari bahwa Samolo dan Ratna bukanlah pengkhianat, melainkan korban dari fitnah dan ambisi orang-orang serakah di sekelilingnya.
Tuan Tanah Kedawung menghadirkan kisah silat klasik yang penuh dendam, pengkhianatan, kesetiaan, perebutan warisan, fitnah keluarga, dan penebusan kesalahan. Sebuah lanjutan penting dalam perjalanan hidup Samolo setelah tragedi Krakatau.
Catatan Film
Pada tahun 1972, komik Tuan Tanah Kedawung diangkat ke layar lebar oleh PT Tidar Jaya Film, milik pasangan artis Dicky Suprapto dan Suzanna.
Dalam film tersebut, Dicky Suprapto berperan sebagai Giran, Suzanna sebagai Ratna, Maruli Sitompul sebagai Samolo, Farouk Afero sebagai Mirta, Tina Melinda sebagai Zubaedah, dan Ami Priyono sebagai Samirun. Film ini disutradarai oleh Liliek Sudjio.
Ulasan
Belum ada ulasan.